IIA 2017

IIA (Improvement and Innovation Award) yang diselenggarakan oleh PT Pertamina EP di tahun 2017 ini kembali dilaksanakan di Jakarta seperti tahun lalu. IIA merupakan ajang penulisan dan presentasi dari masalah yang diselesaikan di field yang harus dituliskan di dalam format makalah yang telah ditentukan oleh panitia.

Tidak seperti tahun lalu, tahun ini saya hanya menulis di satu makalah saja, dengan target memasukkan makalah tersebut sebagai 17 besar dari 121 makalah yang berpartisipasi di Jakarta.

Sebelumnya, makalah ini telah melewati tahap seleksi di field. Dari 10 makalah field, hanya 3 makalah yang diizinkan mewakili field saya ke Jakarta, berhadapan dengan field-field lain se-Indonesia. Dan ternyata, 2 dari 3 makalah tersebut masuk 17 besar yang akan mewakili perusahaan di tingkat seleksi selanjutnya di antara semua anak perusahaan hulu Pertamina (Persero). Anak perusahaan hulu maksudnya adalah anak perusahaan Pertamina yang bergerak di bidang ekspoiltasi minyak dan gas, di antaranya Pertamina EP, Pertamina Hulu Energi, Pertamina International EP, Pertamina Drilling Services, dan lain-lain. Jika lolos lagi, maka akan mewakili anak perusahaan hulu berhadapan dengan anak perusahaan lainnya di Pertamina (Persero). Jika lolos lagi, maka akan mewakili Pertamina (persero) di tingkat yang lebih besar lagi. Begitu seterusnya.

Presentasi IIA 2017
Seragam tim kami saat Presentasi IIA 2017. Ki-ka: Benny Kawira, Febri Satria, Muktar Ahmad, Saya, Philip Albert Hutapea, Brando Sitinjak
IMG_4169[1]
Saat menyaksikan pengumuman dan closing oleh dirut PEP, Bapak Nanang Abdul Manaf. Foto diambil oleh kamera keren temen saya, Aridiyanto Aswin.
Predikat Gold
Saat memperoleh predikat Gold dan masuk 17 besar yang mewakili PEP ke tingkat anak perusahaan hulu. Ki-Ka: Saya, Philip Albert Hutapea, Benny Kawira, Febri Satria, Muktar Ahmad.

Menulis makalah ini gampang-gampang susah, tapi pastinya, menulis makalah dengan aturan ketat yang telah ditentukan oleh panitia cukup menyita waktu dan pikiran di sela-sela kegiatan field yang padat. Saat itu tim kami diminta segera berangkat, namun makalah harus direvisi dalam waktu 3 hari saja. Bahkan di detik-detik deadline, itu rasanya ada aja kesalahan yang menyebabkan kami harus merevisi dalam waktu yang sangat singkat. Ibaratnya, feeling-nya seperti sedang ngejar deadline sidang TA (tugas akhir) saat dulu ngejar sidang sarjana.

Nah, kalo ini kostum tim lain dari field saya yang gila-gila. Kalo katanya sih, putuskan urat malu.

Sampai ketemu di Malang, minggu depan!

IIA 2017