Jalan-jalan ke Malang, Jawa Timur

Saya terakhir kali ke Malang sekitar tahun 2004 atau 13 tahun yang lalu, saat study tour di bangku SMP. Tanpa sengaja, atau memang rejeki, dikasih lagi kesempatan ke Malang selama 1 minggu sebagai utusan perwakilan perusahaan di event anak perusahaan di bidang hulu migas plat merah.

Perjalanan dari field di Kalimantan Utara ke Malang di Jawa Timur, menghabiskan waktu total perjalanan 8-9 jam. Berangkat jam 7 pagi, tiba di Malang jam 4 sore. Melewati laut, darat dan udara, komplit kami seberangi demi mencapai kota ini tepat waktu. Paling tidak, kami masih sempat beristirahat dan mempersiapkan diri untuk mempresentasikan makalah kami.

UIIA 2017
Wajah lega setelah mempresentasikan makalah. Ki-ka: Brando Sitinjak, Philip Albert Hutapea, saya, Muktar Ahmad, Benny Kawira, Frizal Vicha Putra

Di sini kami dapat kesempatan untuk menyaksikan makalah dari anak perusahaan lain, topik apa yang mereka angkat, bagaimana kualitas presentasi, kostum, dan cara penulisan mereka. Yang tentunya, kami dapat pengalaman yang sangat berharga: sebaik apa pun kualitas makalah yang dibawa, semua tergantung seberapa beruntung kamu mendapatkan juri yang memahami seberapa bermanfaatnya case yang dipecahkan dan dampaknya terhadap perusahaan.

Bahasa gampangnya: ada campur tangan Tuhan. Eaaa.

Ternyata, kota Malang merupakan kota yang menarik. Cuacanya adem, mirip seperti di Bandung. Sebagian merupakan tanah militer, pemerintahan, dan banyak pepohonan. Hari pertama saya di Malang, saya sempatkan jalan ke Car Free Day (CFD) di Idjen Boulevard.

IMG_4636
CFD di Idjen Boulevard

Jajanan di CFD: mangga alpukat – lekker Jakarta – cilok Bandung 😀 😀 😀

Di hari terakhir, kami dapat kesempatan mengunjungi museum angkut di Batu. Kalo mengunjungi museum, jika tidak bersama rombongan yang punya agenda yang mepet, sepertinya waktu berjam-jam bisa saya habiskan sendirian sambil mengamati benda-benda otentik tersebut. Membayangkan bahwa si benda telah ‘lahir’ di jaman old, dan dapat bertahan hingga jaman now, menjadi saksi bisu sejarah.

IMG_5094
Parade tokoh-tokoh super human seperti di Hollywood. Diajak dugem bareng di bawah panasnya matahari Malang jam 10-an. Panas banget, tapi seru dan kocak 😀
IMG_5081
Miniatur Las Vegas
IMG_5078
Miniatur pojokan London sekitaran tempat tinggalnya Queen Elizabeth.
IMG_5067
Miniatur pecinan dan stasiun Jakarta kota
IMG_5068
Ada juga miniatur toko-toko jaman old, bungkus-bungkus rokoknya pun jaman old.
IMG_5070
Bungkus2 rokok

Ternyata, di dalam museum angkut ada musem lagi, namanya ‘Museum Indonesia Heritage’. Kalo orang-orang makan nasi kotak berlama-lama sambil ngobrol ngalor-ngidul di pinggir kali buatan, maka saya manfaatkan sisa waktu melipir masuk ke ruangan yang ga terlalu besar di pojokan museum angkut.

Saat saya masuk ke museum, ada mbak-mbaknya yang nyamperin saya, yang ngejelasin semua barang-barang di sini secara detail dan menarik.

IMG_5096
Topeng-topeng dari aneka daerah di Indonesia.
IMG_5097
Ada batik-batik asli, asalnya juga dari seluruh Indonesia

Barang-barang di sini berasal dari pelosok Indonesia, bahkan saat masyarakat belum mengenal ke-Tuhanan, masih menyembah batu, di sini juga ada batu-batu tersebut. Ada juga batang-batang pohon yang dimuliakan, yang ada ritual khusus untuk memuja benda-benda tersebut. Menarik (dan mistis, sih).

Semoga ada kesempatan main ke Malang lagi 🙂

Jalan-jalan ke Malang, Jawa Timur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s