Balada Nasi Padang

Semalam ada perpisahan beberapa  rekan kerja karena mereka dimutasi ke kantor lain. Kebetulan pada hari yang sama, GM (General Manager) Asset 5, pak Irwan Zuhri, berkunjung ke field ini. Saat acara perpisahan, beliau juga datang, dan makan malam bersama kami. Beliau juga ikut bernyanyi saat pemain band kantor menunjukkan kebolehannya bermusik di gedung serba guna perusahaan di Nibung Patra.

Nah, di tengah acara, ada sepatah-dua patah kata yang disampaikan oleh rekan-rekan yang akan berpisah. Saat ditanya apa hal yang paling berkesan selama bekerja di pulau ini, rekan yang akan pergi tersebut,namanya Amri, bilang,”Saat warung Padang (sekarang sudah tutup) buka di Bunyu. Tiap hari, makan siang, saya pasti beli di sana.”

Sayangnya, warung Padang tsb ga bertahan lama, hanya sekitar beberapa hari di tahun 2015, lalu sekarang sudah tutup sama sekali. Tidak ada jejaknya, dan tidak ada yang tahu kenapa. Atau cuma saya yang ketinggalan pergosipan pewarungan di pulau ini? Let me know! 

Banyak yang heran kenapa rekan-rekan di pulau ini suka banget belanja nasi Padang kalo ke kota, apalagi saat mereka tau ada rekan yang transit atau pelesir sebentar di Tarakan sebelum nyebrang ke pulau ini, pasti ada aja yang nitip sebungkus nasi Padang. Kalo yang nitip satu-dua orang sih gapapa, tapi seringnya, bisa sekampung nitip semua. Repotnya ngebawa tas keresek besar naik speed boat kan ya. Belum lagi bangku speed boat sangat2 sempit bahkan buat lurusin lutut aja susah, digabung dengan bawaan pribadi yang harus dipangku, ini ditambah sekeresek nasi Padang. Saya sering kasian kalo ngebayangin si rekan yang dititip tersebut riweuhnya mengelola space bangku yang ga manusiawi itu  😀

Balik lagi ke cerita yang mau saya sampaikan now, tiba-tiba, siang ini ada nasi kotak gratisan dibagikan ke seluruh orang kantor. Saat melihat nasi kotak tersebut, awalnya, saya pikir ini nasi kotak biasa, yang biasanya berisi ayam bakar, ayam penyet, ayam lalap atau ayam-ayam lain, dikasi sambel yang sedikiiiit dan sangat kurang bumbu (atau kurang cinta?) dari si pemasak. Saat saya tanya ke anggota yang membawakan nasi kotak, dia cuma bilang,”Ga tau mbak, saya ambil di GS (General Service, tim kantor yang tugasnya mengelola makanan kalo ada event-event tertentu), trus semua dapat.”

Dugaan saya, mungkin ini nasi kotak traktiran pak GM, mumpung beliau berkunjung ke mari, mungkin beliau mentraktir kami semua makan siang. Bahagia itu sederhana di pulau ini. Skip.

Tanpa mengecek isinya, saya bawalah kotakan tersebut pulang. Saat dibuka, ternyata berisi, tak disangka-sangka:

Nasi Padang, berupa nasi putih, ayam gulai, rendang, sambel ijo, gulai cubadak, dan daun singkong

Sungguh makan siang yang nikmat. Setelah lebih dari 3 tahun di pulau ini, baru kali ini ada yang ngasih kotakan nasi Padang. Bahagia itu sederhana ya 🙂

Well, ini bukan curahan hati kedukaan (LoL), cuma sharing dari seorang pekerja di ujung utara Indonesia 🙂

Terimakasih pak GM Asset 5, sudah mentraktir kami nasi Padang!

Balada Nasi Padang

2 thoughts on “Balada Nasi Padang

  1. Hahaha.. somehow, saya malah ingat tukang nasi padang yg ngasi dobel porsi nasi kalo yg beli anak2 dari SMA.. tapi si penjual ini biasanya cuma ngasi seporsi aja kalo sama masyarakat umum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s